Halo, anak-anak hebat kelas 2 SD! Pernahkah kalian mendengar kata "gunnah"? Mungkin terdengar sedikit asing ya? Tapi jangan khawatir, gunnah itu sebenarnya sangat dekat dengan cara kita membaca Al-Qur’an. Gunnah adalah salah satu hukum bacaan tajwid yang sangat penting untuk dipelajari agar bacaan Al-Qur’an kita menjadi lebih indah dan benar.
Dalam artikel ini, kita akan sama-sama belajar tentang gunnah dengan cara yang menyenangkan, yaitu melalui contoh-contoh soal yang cocok untuk kalian di kelas 2 SD. Kita akan mengenal apa itu gunnah, di mana saja gunnah itu muncul, dan bagaimana cara membacanya. Siap untuk bertualang di dunia tajwid? Yuk, kita mulai!
Apa Itu Gunnah?
Secara sederhana, gunnah adalah dengung yang keluar dari hidung. Bayangkan saat kalian memanyunkan bibir seperti mau mencium, lalu mengeluarkan suara "mmmm". Nah, suara "mmmm" itu sedikit banyak mirip dengan dengung gunnah.
Gunnah ini muncul saat kita membaca huruf Nun (ن) atau Mim (م) yang memiliki tanda tasydid (ّ). Tasydid itu seperti huruf "w" kecil yang diletakkan di atas huruf, seperti ini: نّ atau مّ.

Jadi, kalau kalian melihat huruf نّ atau مّ dalam bacaan Al-Qur’an, ingatlah bahwa ada dengung yang harus kita bunyikan!
Kapan Gunnah Muncul?
Seperti yang sudah disebutkan tadi, gunnah muncul pada dua huruf saja, yaitu:
- Nun Bertasydid (نّ)
- Mim Bertasydid (مّ)
Contohnya:
- مَنَّ (dibaca: manna) – Perhatikan huruf مّ yang bertasydid.
- اِنَّ (dibaca: inna) – Perhatikan huruf نّ yang bertasydid.
Saat membaca kedua huruf ini dengan tasydid, kita harus membunyikan suara dengung dari hidung kita. Dengung ini biasanya berdurasi dua harakat (dua ketukan).
Mengapa Gunnah Itu Penting?
Mempelajari gunnah itu penting karena:
- Memperindah Bacaan Al-Qur’an: Dengung gunnah membuat bacaan Al-Qur’an kita terdengar lebih merdu dan enak didengar.
- Menjaga Keabsahan Bacaan: Tanpa gunnah, bacaan kita bisa berubah arti atau menjadi tidak sesuai dengan kaidah tajwid yang diajarkan.
- Melatih Pendengaran dan Pengucapan: Belajar gunnah membantu kita melatih pendengaran untuk mengenali suara dengung dan melatih pengucapan agar tepat.
Mari Berlatih dengan Contoh Soal!
Sekarang, saatnya kita menguji pemahaman kita dengan beberapa contoh soal. Bacalah kalimat-kalimat di bawah ini dengan saksama, lalu jawablah pertanyaan yang diberikan.
Soal 1:
Perhatikan kata berikut: مَنْ
- Huruf apakah yang memiliki tanda tasydid dalam kata ini?
- a. م
- b. ن
- c. ا
- Apakah hukum bacaan yang muncul pada huruf yang bertasydid tersebut?
- a. Gunnah
- b. Mad
- c. Qalqalah
- Bagaimana cara membaca kata ini dengan benar?
- a. Dibaca seperti biasa tanpa dengung.
- b. Dibaca dengan dengung dari hidung.
- c. Dibaca dengan memantulkan huruf.
Jawaban Soal 1:
- a. م
- a. Gunnah
- b. Dibaca dengan dengung dari hidung.
Penjelasan Soal 1:
Dalam kata مَنْ, huruf م memiliki tanda tasydid (مّ). Ketika huruf Mim (م) bertasydid, maka muncul hukum bacaan gunnah. Cara membacanya adalah dengan membunyikan dengung dari hidung selama dua harakat. Jadi, dibaca manna (dengan dengung).
Soal 2:
Perhatikan ayat pendek berikut: إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ
- Cari dan lingkari semua huruf yang memiliki tanda tasydid.
- Dari huruf-huruf yang kamu lingkari, huruf apakah saja yang hukum bacaannya adalah Gunnah?
- a. Semua huruf yang bertasydid
- b. Hanya huruf Nun (ن) yang bertasydid
- c. Hanya huruf Mim (م) yang bertasydid
- Dalam ayat tersebut, huruf apakah yang memiliki hukum bacaan Gunnah?
- a. ن
- b. م
- c. ا
Jawaban Soal 2:
- Huruf yang dilingkari adalah: نّ (pada kata إِنَّ) dan لّ (pada kata لِلَّهِ).
- c. Hanya huruf Mim (م) yang bertasydid. (Karena dalam ayat ini, hanya Nun yang bertasydid yang memiliki gunnah. Mim bertasydid yang juga memiliki gunnah tidak ada di ayat ini).
- a. ن
Penjelasan Soal 2:
Dalam ayat إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ, kita menemukan huruf نّ pada kata إِنَّ dan huruf لّ pada kata لِلَّهِ.
- Huruf نّ pada إِنَّ adalah Nun Bertasydid, yang hukum bacaannya adalah Gunnah. Jadi, dibaca dengan dengung.
- Huruf لّ pada لِلَّهِ adalah Lam Bertasydid. Lam bertasydid tidak memiliki hukum bacaan gunnah.
Jadi, dalam ayat ini, hanya huruf ن yang bertasydid yang memiliki hukum bacaan gunnah.
Soal 3:
Perhatikan kata-kata berikut:
- أُمَّهَات
- نَارًا
- أَمْرُهُمْ
- سَبَبًا
- Di antara kata-kata di atas, kata manakah yang memiliki hukum bacaan Gunnah? (Lingkari semua yang benar).
- Tuliskan huruf yang memiliki hukum bacaan Gunnah pada kata-kata yang kamu pilih.
Jawaban Soal 3:
-
Kata yang memiliki hukum bacaan Gunnah adalah:
- أُمَّهَات
- سَبَبًا (Ini adalah pengecualian, karena pada kata ini Nun-nya tidak bertasydid, tetapi Nya memiliki harakat Fathah tanwin. Namun, dalam konteks pengajaran awal, beberapa guru mungkin memperkenalkan nun fathah tanwin yang berbunyi dengung sebagai awal pengenalan gunnah. Untuk kelas 2 SD, fokus utama tetap pada nun/mim bertasydid. Jika ada nun fathah tanwin yang dibaca dengan dengung, ini bisa dianggap sebagai pengenalan awal. Namun, jika kita strictly pada definisi nun/mim bertasydid, maka hanya nomor 1 yang benar. Mari kita asumsikan untuk kelas 2 SD, kita fokus pada nun/mim bertasydid).
- Koreksi untuk kelas 2 SD: Mari kita fokus pada definisi yang paling mendasar: Nun dan Mim bertasydid.
Jadi, dari daftar tersebut, yang benar-benar memiliki gunnah adalah:- أُمَّهَات (karena ada مّ)
- Koreksi untuk kelas 2 SD: Mari kita fokus pada definisi yang paling mendasar: Nun dan Mim bertasydid.
-
Tuliskan huruf yang memiliki hukum bacaan Gunnah pada kata-kata yang kamu pilih:
- Pada kata أُمَّهَات, huruf yang memiliki hukum bacaan Gunnah adalah م (mim bertasydid).
Penjelasan Soal 3:
Kita akan fokus pada definisi Gunnah yang paling umum untuk kelas 2 SD, yaitu Nun dan Mim yang bertasydid.
- أُمَّهَات: Terdapat huruf مّ (Mim bertasydid). Maka, kata ini memiliki hukum bacaan Gunnah. Dibaca dengan dengung.
- نَارًا: Terdapat huruf ن berharakat Fathah tanwin (ً). Ini bukan Nun bertasydid. Hukum bacaannya adalah Tanwin Fathah biasa, bukan Gunnah dalam pengertian tajwid yang mendalam.
- أَمْرُهُمْ: Terdapat huruf م berharakat Dhammah. Ini bukan Mim bertasydid.
- سَبَبًا: Terdapat huruf ن berharakat Fathah tanwin (ً). Sama seperti nomor 2, ini bukan Nun bertasydid.
Oleh karena itu, hanya kata أُمَّهَات yang memiliki hukum bacaan Gunnah berdasarkan kaidah Nun dan Mim bertasydid.
Soal 4:
Bayangkan kamu sedang membaca Al-Qur’an dan menemukan kata berikut: مَا شَاءَ اللَّهُ
- Apakah ada huruf Nun (ن) atau Mim (م) yang memiliki tanda tasydid (ّ) dalam kalimat ini?
- a. Ya, ada.
- b. Tidak, tidak ada.
- Jika ada, huruf apakah itu? (Tuliskan hurufnya)
- Jika ada, apakah hukum bacaannya adalah Gunnah?
- a. Ya
- b. Tidak
Jawaban Soal 4:
- b. Tidak, tidak ada. (Perhatikan bahwa pada kata "اللَّهُ", ada tasydid pada huruf Lam (لّ), bukan Nun atau Mim).
- (Tidak perlu dijawab karena tidak ada huruf Nun/Mim bertasydid).
- b. Tidak (karena tidak ada Nun/Mim bertasydid).
Penjelasan Soal 4:
Dalam kalimat مَا شَاءَ اللَّهُ, kita perlu mencari huruf Nun (ن) atau Mim (م) yang bertasydid.
- Kata مَا: Huruf Mim (م) berharakat Fathah biasa.
- Kata شَاءَ: Tidak ada Nun atau Mim.
- Kata اللَّهُ: Terdapat huruf Lam (ل) bertasydid (لّ). Ini bukan Gunnah.
Jadi, dalam kalimat ini, tidak ada huruf Nun atau Mim yang bertasydid, sehingga tidak ada hukum bacaan Gunnah.
Soal 5:
Guru kalian sedang memberikan contoh bacaan. Beliau membaca kata "جَنَّة" dengan suara yang sedikit mendengung dari hidung.
- Huruf apakah yang dibaca mendengung oleh guru kalian?
- a. ج
- b. ن
- c. ة
- Mengapa guru kalian membaca kata tersebut dengan dengung?
- a. Karena huruf tersebut berharakat Fathah.
- b. Karena huruf tersebut memiliki tanda tasydid.
- c. Karena huruf tersebut berharakat kasrah.
Jawaban Soal 5:
- b. ن
- b. Karena huruf tersebut memiliki tanda tasydid.
Penjelasan Soal 5:
Kata "جَنَّة" memiliki huruf نّ (Nun bertasydid). Seperti yang sudah kita pelajari, Nun bertasydid adalah salah satu sebab munculnya hukum bacaan Gunnah. Oleh karena itu, guru membacanya dengan dengung dari hidung.
Tips Belajar Gunnah
- Perhatikan Tanda Tasydid: Selalu cari huruf نّ dan مّ saat membaca Al-Qur’an.
- Rasakan Dengungnya: Cobalah membaca huruf tersebut sambil merasakan getaran di hidung. Bisa sambil ditutup hidungnya sebentar, lalu dibuka, untuk merasakan perbedaannya.
- Dengarkan Guru: Perhatikan baik-baik bagaimana guru tajwid atau ustadz/ustadzah kalian membaca.
- Latihan Terus-menerus: Semakin sering berlatih, semakin terbiasa kalian membaca dengan gunnah.
- Minta Bantuan: Jika ada yang kurang jelas, jangan ragu bertanya kepada guru atau orang tua.
Penutup
Anak-anakku yang sholeh/sholehah, belajar gunnah memang membutuhkan latihan. Tapi dengan semangat dan bimbingan yang tepat, kalian pasti bisa membacanya dengan benar dan indah. Gunnah adalah salah satu kunci untuk membuat bacaan Al-Qur’an kita semakin sempurna. Terus semangat belajar tajwid ya! Semoga Allah SWT memudahkan langkah kita dalam mempelajari Al-Qur’an.

