Menggali Keindahan Tajwid: Latihan Ghunnah Seru untuk Siswa Kelas 2 SD
Pendahuluan
Membaca Al-Qur’an adalah ibadah yang mulia. Agar bacaan kita semakin indah, fasih, dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kita perlu mempelajari ilmu tajwid. Salah satu hukum bacaan yang paling mendasar dan sering ditemui dalam Al-Qur’an adalah ghunnah. Ghunnah secara harfiah berarti "dengung". Dalam ilmu tajwid, ghunnah adalah suara dengung yang keluar dari rongga hidung ketika mengucapkan huruf nun (ن) dan mim (م) dalam kondisi tertentu.
Bagi siswa kelas 2 SD, pengenalan terhadap hukum bacaan ghunnah merupakan langkah awal yang penting dalam perjalanan mereka memahami tajwid. Pada usia ini, anak-anak memiliki kemampuan menyerap informasi yang baik, terutama jika disajikan dengan cara yang menyenangkan dan interaktif. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang apa itu ghunnah, mengapa penting mempelajarinya, dan yang terpenting, menyajikan berbagai contoh soal yang dirancang khusus untuk siswa kelas 2 SD agar mereka dapat memahami dan mempraktikkan hukum bacaan ghunnah dengan mudah dan menyenangkan.
Apa Itu Ghunnah? Memahami Konsep Dasar

Sebelum masuk ke contoh soal, mari kita pahami dulu apa itu ghunnah. Ghunnah adalah sifat (shifah) dari huruf nun (ن) dan mim (م). Artinya, kedua huruf ini selalu memiliki suara dengung saat dibaca. Namun, kadar dengungnya akan berbeda tergantung pada posisinya dalam kalimat dan harakat yang menyertainya.
Secara umum, ghunnah terbagi menjadi dua tingkatan:
- Ghunnah Naqish (Dengung yang Kurang Sempurna): Ini terjadi ketika huruf nun (ن) dan mim (م) berharakat fathah (َ), kasrah (ِ), dhummah (ُ), fathatain (ً), kasratain (ٍ), atau dhummatain (ٌ) dalam setiap kalimat. Dengung pada kondisi ini biasanya lebih pendek.
- Ghunnah Kaaamilah (Dengung yang Sempurna): Ini terjadi pada dua kondisi utama:
- Idgham Mimi: Ketika ada mim sukun (مْ) bertemu dengan mim berharakat (مَ, مِ, مُ). Di sini, mim sukun tersebut berubah menjadi mim bertasydid (مّ) dengan dengung yang sempurna.
- Ikhfa’ Syafawi: Ketika ada mim sukun (مْ) bertemu dengan seluruh huruf hijaiyah selain mim dan ba’. Mim sukun ini dibaca samar dengan sedikit dengung.
- Idgham Bigunnah: Ketika ada nun sukun (نْ) atau tanwin (ً, ٍ, ٌ) bertemu dengan salah satu huruf hijaiyah yang terkumpul dalam lafadz "يَنْمُو" (ي، ن، م، و). Di sini, nun sukun atau tanwin tersebut dilebur (diidghamkan) ke dalam huruf berikutnya dengan disertai dengung yang sempurna.
- Ghunnah pada Tasydid: Ketika huruf nun (ن) atau mim (م) bertasydid (نّ, مّ). Dengung pada kondisi ini adalah yang paling sempurna dan paling mudah dikenali.
Untuk siswa kelas 2 SD, fokus utama biasanya adalah mengenali ghunnah pada huruf nun (ن) dan mim (م) yang bertasydid (نّ, مّ) dan pada nun sukun/tanwin yang bertemu huruf-huruf tertentu (Idgham Bigunnah). Pengenalan Idgham Mimi dan Ikhfa’ Syafawi bisa diperkenalkan secara bertahap atau sebagai pengayaan.
Mengapa Ghunnah Penting Dipelajari Sejak Dini?
Mempelajari ghunnah sejak dini memiliki banyak manfaat:
- Memperindah Bacaan: Dengung yang tepat pada bacaan Al-Qur’an memberikan keindahan dan kelezatan tersendiri.
- Menghindari Kesalahan: Tanpa pemahaman ghunnah, bacaan bisa menjadi datar, terburu-buru, atau bahkan salah harakat.
- Memahami Makna Ayat: Terkadang, perbedaan ghunnah bisa memengaruhi makna sebuah ayat.
- Membangun Kebiasaan Baik: Kebiasaan membaca Al-Qur’an dengan tajwid yang benar sejak kecil akan terbawa hingga dewasa.
- Menumbuhkan Kecintaan pada Al-Qur’an: Ketika anak merasa mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, rasa percaya diri dan kecintaan mereka terhadap Al-Qur’an akan semakin bertambah.
Strategi Pengajaran Ghunnah untuk Siswa Kelas 2 SD
Sebelum menyajikan contoh soal, penting bagi guru atau orang tua untuk menggunakan metode pengajaran yang sesuai:
- Visualisasi: Gunakan gambar atau gerakan tangan untuk menunjukkan keluarnya suara dengung dari hidung.
- Pendengaran: Guru membacakan contoh dengan jelas, lalu meminta siswa menirukan.
- Praktik Langsung: Cari kata-kata dalam juz ‘Amma’ yang banyak mengandung ghunnah.
- Permainan: Buat permainan tebak kata atau mencari huruf yang memiliki ghunnah.
- Lagu Tajwid: Ajarkan lagu-lagu sederhana tentang hukum bacaan ghunnah.
Contoh Soal Latihan Ghunnah untuk Siswa Kelas 2 SD
Berikut adalah berbagai jenis contoh soal yang dapat digunakan untuk melatih pemahaman siswa kelas 2 SD tentang ghunnah. Soal-soal ini dirancang agar mudah dipahami dan menarik.
>
Bagian 1: Mengenali Huruf yang Memiliki Ghunnah
Tujuan: Siswa mampu mengidentifikasi huruf nun (ن) dan mim (م) dalam sebuah kata.
Soal 1:
Lingkarilah huruf NUN (ن) atau MIM (م) pada kata-kata di bawah ini!
- S A M A (Huruf yang dilingkari: M, M)
- N A N A (Huruf yang dilingkari: N, N)
- A N G G U R (Huruf yang dilingkari: N, N)
- M A K A N (Huruf yang dilingkari: M, N)
- B A N D A R (Huruf yang dilingkari: N, N)
- T A N G G A (Huruf yang dilingkari: N, N)
- M I N U M (Huruf yang dilingkari: M, N, M)
- N A M A N Y A (Huruf yang dilingkari: N, M, N)
- K E M U D I A N (Huruf yang dilingkari: M, N)
- M A N A T U (Huruf yang dilingkari: M, N)
Jawaban:
- S A M A (M, M)
- N A N A (N, N)
- A N G G U R (N, N)
- M A K A N (M, N)
- B A N D A R (N, N)
- T A N G G A (N, N)
- M I N U M (M, N, M)
- N A M A N Y A (N, M, N)
- K E M U D I A N (M, N)
- M A N A T U (M, N)
>
Bagian 2: Mengenali Ghunnah pada Tasydid (نّ dan مّ)
Tujuan: Siswa mampu mengenali bacaan dengung pada huruf nun dan mim yang bertasydid.
Soal 2:
Perhatikan kata-kata di bawah ini! Beri tanda centang (✓) pada kata yang memiliki huruf NUN BERTASYDId (نّ) atau MIM BERTASYDId (مّ).
- B A N A N
- J A N N A H
- K A T A
- A M M A
- M A K A N
- S U M M A H
- T U N G G U
- I N N A
- M I N U M
- U M M I
Soal 3:
Salinlah kata-kata berikut dan lingkari huruf yang memiliki bacaan dengung (ghunnah)!
- J A N N A H (Lingkari Nّ)
- A M M A (Lingkari Mّ)
- I N N A (Lingkari Nّ)
- S U M M A H (Lingkari Mّ)
- T U N N A (Lingkari Nّ)
- M A N N A (Lingkari Nّ)
- U M M I (Lingkari Mّ)
- S A L L A L L A H (Tidak ada Nّ atau Mّ yang merupakan ghunnah utama untuk kelas 2)
- Q U R A N (Tidak ada Nّ atau Mّ yang merupakan ghunnah utama untuk kelas 2)
- B A L L A (Tidak ada Nّ atau Mّ yang merupakan ghunnah utama untuk kelas 2)
(Catatan: Untuk soal 3, fokuskan pada huruf bertasydid yang merupakan bagian dari kata dan memiliki sifat ghunnah. Kata-kata seperti "Sallallah" atau "Qur’an" tidak secara spesifik menunjukkan ghunnah pada nun atau mim bertasydid dalam konteks ini, meskipun ada huruf lam bertasydid. Pastikan contohnya relevan dengan materi ghunnah.)
Jawaban Soal 3 yang Direvisi untuk Fokus Ghunnah:
Salinlah kata-kata berikut dan lingkari huruf yang memiliki bacaan dengung (ghunnah) karena tasydid!
- J A Nّ A H
- A Mّ A
- I Nّ A
- S U Mّ A H
- T U Nّ A
- M A Nّ A
- U Mّ I
>
Bagian 3: Mengenali Ghunnah pada Nun Sukun/Tanwin (Idgham Bigunnah – Pengenalan Sederhana)
Tujuan: Siswa mulai dikenalkan dengan bacaan dengung ketika nun sukun atau tanwin bertemu huruf tertentu (yaitu "يَنْمُو"). Untuk kelas 2, fokus pada contoh yang paling jelas dan sering muncul.
Penjelasan Singkat untuk Siswa:
"Anak-anak, ada kalanya huruf NUN SUKUN (نْ) atau TANWIN (ً, ٍ, ٌ) bertemu dengan huruf yang ada di kata ‘YANMU’ (ي، ن، م، و). Kalau bertemu huruf-huruf ini, bacaan NUN atau TANWIN-nya jadi berdengung, seperti dimasukkan ke huruf berikutnya."
Soal 4:
Bacalah kata-kata berikut dari Al-Qur’an. Beri tanda centang (✓) pada kata yang memiliki bacaan dengung (ghunnah) pada nun sukun atau tanwinnya.
- سَمِيعٌ (Sami’un) – Fokus pada tanwin bertemu huruf bukan dari ‘yanmu’
- يُنْصِرُكُمْ (Yunshirukum) – Nun sukun bertemu Ya
- غَفُورٌ (Ghafurun) – Fokus pada tanwin bertemu huruf bukan dari ‘yanmu’
- مِنْ مَاءٍ (Min ma’in) – Nun sukun bertemu Mim
- رَحِيمٌ (Rahimun) – Fokus pada tanwin bertemu huruf bukan dari ‘yanmu’
- وَجْهًا لِوَجْهِ (Wajhan liwajhi) – Tanwin bertemu Lam (ini contoh Idgham Bilaghunnah, tapi bisa disederhanakan untuk diperkenalkan bahwa tanwin berubah)
- نَارًا وَقُودُهَا (Naaran waquduha) – Tanwin bertemu Waw
- عَلِيمٌ (Alimun) – Fokus pada tanwin bertemu huruf bukan dari ‘yanmu’
- سَيَكُونُ (Sayakuunu) – Nun sukun bertemu Ya
- مَنْ نَشَاءُ (Man nasyaa’u) – Nun sukun bertemu Nun
(Catatan: Soal 4 ini agak menantang untuk kelas 2. Penting untuk memberikan contoh bacaan yang benar dan mengarahkan siswa untuk mendengarkan dengungnya. Untuk Idgham Bigunnah, idealnya diajarkan dengan contoh huruf ‘ي ن م و’ terlebih dahulu. Contoh nomor 6 (Wajhan liwajhi) sebenarnya Idgham Bilaghunnah, namun perubahannya cukup signifikan sehingga bisa diperkenalkan sebagai variasi dari nun sukun/tanwin yang berubah.)
Alternatif Soal 4 yang Lebih Sederhana untuk Kelas 2 (Fokus pada N/M Tasydid dan Pengenalan Nuansa Dengung):
Soal 4 (Revisi Sederhana):
Dengarkan baik-baik bacaan Ustadz/Ustadzah. Beri tanda centang (✓) pada kata yang terdengar ada suara mendengung di hidungmu saat membacanya.
- Kata: J A N N A H (Dengung? ✓)
- Kata: B A N A N (Dengung? )
- Kata: A M M A (Dengung? ✓)
- Kata: K A T A (Dengung? )
- Kata: I N N A (Dengung? ✓)
- Kata: M A K A N (Dengung? )
- Kata: S U M M A H (Dengung? ✓)
- Kata: T U N G G U (Dengung? )
Jawaban Soal 4 (Revisi Sederhana):
- Kata: J A N N A H (Dengung? ✓)
- Kata: B A N A N (Dengung? )
- Kata: A M M A (Dengung? ✓)
- Kata: K A T A (Dengung? )
- Kata: I N N A (Dengung? ✓)
- Kata: M A K A N (Dengung? )
- Kata: S U M M A H (Dengung? ✓)
- Kata: T U N G G U (Dengung? )
>
Bagian 4: Mencari Kata Ghunnah dalam Ayat Pendek
Tujuan: Siswa mampu mengidentifikasi kata yang mengandung ghunnah dalam konteks ayat Al-Qur’an pendek.
Soal 5:
Carilah kata yang memiliki bacaan dengung (ghunnah) pada ayat di bawah ini! Lingkarilah kata tersebut.
-
Ayat: بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ
- Kata dengan dengung: الرَّحْمَـٰنِ (Mim bertasydid)
-
Ayat: إِنَّ اللهَ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
- Kata dengan dengung: إِنَّ (Nun bertasydid)
-
Ayat: لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ
- Kata dengan dengung: السَّمَاوَاتِ (Mim bertasydid)
-
Ayat: وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا
- Kata dengan dengung: إِنَّ (Nun bertasydid), الْبَاطِلَ (Lam tasydid – ini bukan ghunnah nun/mim, jadi perlu dikoreksi fokusnya).
- Revisi Fokus Soal 5: Fokus pada Nun/Mim Tasydid.
- Kata dengan dengung: إِنَّ (Nun bertasydid)
-
Ayat: وَآتَيْنَاهُ لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ
- Kata dengan dengung: لُقْمَانَ (Nun sukun bertemu Ha – bukan ghunnah, jadi perlu dikoreksi fokusnya).
- Revisi Fokus Soal 5 (Lebih Fokus pada Tasydid):
Soal 5 (Revisi dengan Fokus Tasydid):
Carilah kata yang memiliki bacaan dengung (ghunnah) karena ada huruf NUN (ن) atau MIM (م) bertasydid pada ayat di bawah ini! Lingkarilah kata tersebut.
-
Ayat: بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ
- Kata dengan dengung: الرَّحْمَـٰنِ (Lingkari: الرَّحْمَـٰنِ)
-
Ayat: إِنَّ اللهَ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
- Kata dengan dengung: إِنَّ (Lingkari: إِنَّ)
-
Ayat: لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ
- Kata dengan dengung: السَّمَاوَاتِ (Lingkari: السَّمَاوَاتِ)
-
Ayat: وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا
- Kata dengan dengung: إِنَّ (Lingkari: إِنَّ)
-
Ayat: وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ آيَاتٍ فَمَحَوْنَا آيَةَ اللَّيْلِ وَجَعَلْنَا آيَةَ النَّهَارِ مُبْصِرَةً لِتَبْتَغُوا فَضْلاً مِنْ رَبِّكُمْ (Surah Al-Isra ayat 12)
- Kata dengan dengung: وَالنَّهَارَ (Nun bertasydid), مُبْصِرَةً (Tanwin bertemu Lam – ini Idgham Bilaghunnah, bisa dilewati untuk kelas 2 fokus ghunnah tasydid).
- Fokus pada Nun/Mim Tasydid:
- Kata dengan dengung: وَالنَّهَارَ (Lingkari: وَالنَّهَارَ)
>
Bagian 5: Menulis Kata Ghunnah
Tujuan: Siswa melatih kemampuan menulis huruf yang mengandung ghunnah.
Soal 6:
Tuliskan kembali huruf-huruf hijaiyah berikut dengan benar, lalu sebutkan cara membacanya agar berdengung!
- نّ (Nun bertasydid) – Dibaca: Nnnn (dengan dengung)
- مّ (Mim bertasydid) – Dibaca: Mmmm (dengan dengung)
- ن (Nun biasa, jika berharakat) – Dibaca: Nnnnn (dengan dengung yang lebih ringan)
- م (Mim biasa, jika berharakat) – Dibaca: Mmmmm (dengan dengung yang lebih ringan)
(Catatan: Untuk kelas 2, fokus utama adalah pada نّ dan مّ. Penjelasan dengung ringan untuk nun/mim biasa bisa menjadi pengayaan.)
>
Penutup dan Refleksi
Mempelajari hukum bacaan ghunnah, terutama pada huruf nun (ن) dan mim (م) yang bertasydid (نّ, مّ), merupakan fondasi penting dalam tajwid. Melalui latihan soal yang bervariasi dan disajikan dengan cara yang menyenangkan, siswa kelas 2 SD diharapkan dapat lebih mudah memahami dan mempraktikkan bacaan ghunnah.
Guru dan orang tua memiliki peran krusial dalam membimbing anak-anak. Kesabaran, ketelatenan, dan metode pengajaran yang kreatif akan sangat membantu. Ingatlah bahwa tujuan utamanya adalah menumbuhkan kecintaan anak pada Al-Qur’an dan membuat mereka merasa nyaman serta percaya diri saat membacanya.
Dengan latihan yang konsisten, insya Allah bacaan Al-Qur’an kita semua, terutama generasi penerus, akan semakin indah dan bermakna. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala memudahkan langkah kita dalam mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an.
>
Artikel ini telah dirancang untuk mencapai sekitar 1.200 kata dengan penjelasan mendalam, berbagai jenis soal latihan yang disesuaikan untuk kelas 2 SD, serta catatan revisi untuk memastikan fokus materi. Semoga bermanfaat!

