Membangun Karakter Mulia Melalui Asesmen PAI Kelas 3 Semester 1 Kurikulum Merdeka: Panduan Lengkap dan Contoh Soal
Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran fundamental dalam membentuk karakter, moral, dan spiritualitas peserta didik. Di tengah dinamika pendidikan yang terus berkembang, Kurikulum Merdeka hadir membawa angin segar, menekankan pada pembelajaran yang bermakna, berpusat pada siswa, dan relevan dengan kehidupan nyata. Bagi guru PAI kelas 3, memahami filosofi Kurikulum Merdeka dan menerapkannya dalam penyusunan soal atau asesmen di semester 1 menjadi kunci untuk mencapai tujuan pendidikan yang holistik.
Artikel ini akan mengupas tuntas tentang penyusunan soal PAI Kelas 3 Semester 1 berdasarkan Kurikulum Merdeka, mulai dari filosofi asesmen, Capaian Pembelajaran (CP) yang menjadi acuan, berbagai bentuk asesmen, hingga contoh-contoh soal yang dapat diterapkan. Tujuannya adalah memberikan panduan komprehensif bagi para pendidik untuk merancang asesmen yang tidak hanya mengukur pengetahuan, tetapi juga membentuk akhlak mulia dan menguatkan Profil Pelajar Pancasila.
I. Filosofi Asesmen dalam Kurikulum Merdeka: Bergeser dari Penilaian Menuju Pembelajaran
Kurikulum Merdeka mengubah paradigma asesmen. Jika sebelumnya asesmen seringkali dipandang sebagai alat untuk mengukur hasil belajar di akhir periode (asesmen sumatif), kini penekanan beralih pada asesmen sebagai bagian tak terpisahkan dari proses pembelajaran (asesmen formatif). Beberapa prinsip utama asesmen dalam Kurikulum Merdeka yang perlu dipahami oleh guru PAI Kelas 3 adalah:

- Asesmen untuk Pembelajaran (Assessment as Learning): Peserta didik diajak untuk merefleksikan proses belajarnya sendiri, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan, serta merencanakan langkah perbaikan.
- Asesmen sebagai Pembelajaran (Assessment for Learning): Guru menggunakan hasil asesmen untuk memantau kemajuan belajar siswa, memberikan umpan balik yang konstruktif, dan menyesuaikan strategi pembelajaran sesuai kebutuhan individual.
- Asesmen Hasil Pembelajaran (Assessment of Learning): Meskipun fokus utama pada formatif, asesmen sumatif tetap ada untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran di akhir unit atau semester, namun dengan proporsi yang lebih kecil dan beragam bentuknya.
- Berpusat pada Peserta Didik: Asesmen dirancang untuk memberikan informasi yang relevan bagi peserta didik tentang kemajuan mereka, bukan hanya untuk memberikan nilai.
- Variatif dan Fleksibel: Bentuk asesmen tidak terbatas pada tes tertulis, tetapi mencakup observasi, proyek, kinerja, portofolio, dan lain-lain, disesuaikan dengan karakteristik materi dan gaya belajar siswa.
- Holistik dan Berkelanjutan: Asesmen mengukur berbagai dimensi kompetensi (pengetahuan, keterampilan, sikap) secara berkesinambungan, tidak hanya pada satu waktu tertentu.
Bagi PAI Kelas 3, ini berarti asesmen tidak hanya menguji hafalan atau pemahaman konsep, tetapi juga bagaimana nilai-nilai Islam diinternalisasi dan diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. Asesmen harus mendorong siswa untuk berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan religius, sesuai dengan dimensi Profil Pelajar Pancasila.
II. Capaian Pembelajaran (CP) PAI Kelas 3 Semester 1: Fondasi Penyusunan Soal
Penyusunan soal harus selalu mengacu pada Capaian Pembelajaran (CP) yang ditetapkan. CP adalah kompetensi yang diharapkan dapat dicapai peserta didik di akhir fase. Untuk kelas 3, CP berada dalam Fase B (umumnya kelas 3 dan 4). Oleh karena itu, guru perlu menjabarkan CP Fase B menjadi Tujuan Pembelajaran (TP) yang lebih spesifik untuk Kelas 3 Semester 1.
Secara umum, materi PAI Kelas 3 Semester 1 Kurikulum Merdeka mencakup beberapa elemen penting:
- Al-Qur’an dan Hadis:
- CP: Peserta didik mampu melafalkan, menghafal, dan memahami pesan pokok Q.S. An-Nasr dan Q.S. Al-Kautsar, serta hadis tentang kebersihan.
- Fokus Semester 1: Melafalkan dan menghafal Q.S. An-Nasr dan Al-Kautsar dengan tartil, memahami pesan pokoknya tentang pertolongan Allah dan nikmat-Nya. Memahami dan mengamalkan hadis tentang kebersihan sebagai bagian dari iman.
- Aqidah:
- CP: Peserta didik mampu mengenal sifat-sifat Allah (Asmaul Husna: Al-Malik, Al-Quddus, As-Salam), memahami iman kepada Allah dan malaikat-Nya.
- Fokus Semester 1: Mengenal dan meneladani Asmaul Husna (Al-Malik, Al-Quddus, As-Salam) dalam kehidupan sehari-hari. Meyakini adanya Allah sebagai pencipta dan pengatur alam semesta.
- Akhlak:
- CP: Peserta didik mampu menunjukkan perilaku terpuji (santun, jujur, peduli, mandiri, hidup bersih) dan menghindari perilaku tercela.
- Fokus Semester 1: Membiasakan diri berperilaku santun, jujur, peduli, dan hidup bersih di lingkungan keluarga dan sekolah. Memahami pentingnya hormat kepada orang tua dan guru.
- Fikih:
- CP: Peserta didik mampu memahami tata cara bersuci (thaharah: wudu, tayamum) dan melaksanakan salat fardu.
- Fokus Semester 1: Mempraktikkan wudu dan tayamum dengan benar. Memahami dan mempraktikkan salat fardu (subuh, zuhur, asar, magrib, isya) dengan gerakan dan bacaan yang sesuai.
- Sejarah Peradaban Islam (SPI):
- CP: Peserta didik mampu mengenal kisah Nabi Muhammad SAW (kelahiran, masa kecil, masa remaja, hingga awal kenabian).
- Fokus Semester 1: Meneladani sifat-sifat Nabi Muhammad SAW pada masa kanak-kanak dan remaja. Mengenal peristiwa penting dalam sejarah kelahiran dan masa kecil Nabi Muhammad SAW.
Dengan memahami CP ini, guru dapat menyusun Tujuan Pembelajaran (TP) yang konkret dan selanjutnya merancang soal yang relevan untuk mengukur ketercapaian TP tersebut.
III. Bentuk-bentuk Asesmen PAI Kelas 3 Semester 1
Asesmen dalam Kurikulum Merdeka sangat mendorong variasi. Berikut adalah beberapa bentuk asesmen yang dapat diterapkan untuk PAI Kelas 3 Semester 1:
-
Asesmen Tertulis (Tes):
- Pilihan Ganda: Mengukur pemahaman konsep, hafalan, atau fakta.
- Isian Singkat: Mengukur ingatan terhadap istilah atau informasi penting.
- Menjodohkan: Menguji hubungan antar konsep atau istilah.
- Benar/Salah: Mengukur pemahaman terhadap pernyataan.
- Uraian/Esai Singkat: Mengukur kemampuan menjelaskan, menganalisis, atau memberikan alasan. Sangat baik untuk menguji pemahaman mendalam dan kemampuan bernalar.
-
Asesmen Kinerja (Praktik):
- Praktik Wudu/Tayamum: Mengukur keterampilan siswa dalam melakukan gerakan dan bacaan secara benar.
- Praktik Shalat: Mengukur kemampuan siswa dalam melakukan gerakan dan bacaan shalat dengan tertib dan khusyuk.
- Hafalan Surat/Hadis: Mengukur kemampuan melafalkan surat atau hadis dengan tajwid yang benar.
- Presentasi/Bercerita: Mengukur kemampuan siswa dalam menyampaikan kembali kisah Nabi atau pesan-pesan moral.
-
Asesmen Proyek:
- Melibatkan siswa dalam kegiatan jangka panjang yang menghasilkan produk. Contoh: membuat poster tata cara wudu, membuat buku cerita bergambar tentang kisah Nabi Muhammad SAW, membuat jurnal kebaikan harian.
-
Asesmen Observasi:
- Mengamati perilaku siswa secara langsung dalam konteks sehari-hari. Penting untuk mengukur aspek akhlak dan sikap. Contoh: observasi kejujuran saat mengerjakan tugas, observasi kepedulian terhadap teman, observasi kebersihan diri dan lingkungan.
-
Asesmen Portofolio:
- Kumpulan hasil karya siswa yang menunjukkan perkembangan belajarnya. Contoh: kumpulan lembar kerja, gambar, tulisan reflektif, atau foto kegiatan proyek.
-
Jurnal Refleksi:
- Siswa menuliskan pemahaman, kesulitan, dan perasaan mereka tentang materi yang dipelajari. Mengukur kemampuan metakognisi dan refleksi diri.
-
Penilaian Diri (Self-Assessment) dan Penilaian Antarteman (Peer-Assessment):
- Melatih siswa untuk jujur dalam menilai diri sendiri dan memberikan umpan balik konstruktif kepada teman.
IV. Contoh Soal PAI Kelas 3 Semester 1 Kurikulum Merdeka
Berikut adalah contoh-contoh soal yang menggabungkan berbagai bentuk asesmen untuk materi PAI Kelas 3 Semester 1, disesuaikan dengan CP dan prinsip Kurikulum Merdeka:
A. Elemen Al-Qur’an dan Hadis
Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu melafalkan Q.S. An-Nasr dan Al-Kautsar dengan tartil, memahami pesan pokoknya, serta mengamalkan hadis tentang kebersihan.
- Asesmen Kinerja (Hafalan/Melafalkan):
- Soal: "Bacalah Surah An-Nasr dengan tartil dan hafalkanlah! Guru akan menilai kefasihan, makhraj huruf, dan tajwidmu."
- Rubrik Penilaian: Sangat Baik (5), Baik (4), Cukup (3), Kurang (2) untuk aspek: kelancaran, ketepatan makhraj, ketepatan tajwid, hafalan.
- Soal Uraian Singkat (Pemahaman Pesan Pokok):
- Soal: "Apa pesan utama yang dapat kita ambil dari Surah An-Nasr tentang pertolongan Allah? Tuliskan dengan bahasamu sendiri!"
- Jawaban Harapan: Allah akan memberikan pertolongan kepada orang yang berjuang di jalan-Nya dan banyak orang akan masuk Islam. Kita harus banyak bertasbih dan memohon ampunan.
- Soal Pilihan Ganda (Hadis Kebersihan):
- Soal: "Arti dari potongan hadis ‘An-nazhafatu minal iman’ adalah…"
a. Kebersihan sebagian dari iman
b. Kebersihan adalah kewajiban
c. Kebersihan itu indah
d. Kebersihan itu mahal - Kunci Jawaban: a
- Soal: "Arti dari potongan hadis ‘An-nazhafatu minal iman’ adalah…"
- Asesmen Proyek/Produk (Aplikasi Hadis Kebersihan):
- Soal: "Buatlah sebuah poster sederhana tentang pentingnya menjaga kebersihan di sekolahmu, berdasarkan hadis ‘An-nazhafatu minal iman’. Gunakan gambar dan tulisan yang menarik!"
- Rubrik Penilaian: Kreativitas, relevansi isi dengan hadis, kejelasan pesan, kerapian.
B. Elemen Aqidah
Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mengenal Asmaul Husna (Al-Malik, Al-Quddus, As-Salam) dan meneladaninya.
- Soal Isian Singkat:
- Soal: "Allah adalah Raja yang Maha Merajai. Nama Asmaul Husna yang sesuai dengan sifat ini adalah __."
- Kunci Jawaban: Al-Malik
- Soal Uraian (Aplikasi Asmaul Husna):
- Soal: "Bagaimana cara kita meneladani sifat Allah Al-Quddus (Maha Suci) dalam kehidupan sehari-hari di rumah atau di sekolah? Berikan 2 contoh!"
- Jawaban Harapan: Menjaga kebersihan diri (mandi, wudu), menjaga kebersihan lingkungan (membuang sampah pada tempatnya), menjaga hati dari sifat buruk.
- Soal Menjodohkan:
- Soal: Jodohkan Asmaul Husna berikut dengan artinya!
- Al-Malik ( ) a. Maha Suci
- Al-Quddus ( ) b. Maha Pemberi Kesejahteraan
- As-Salam ( ) c. Maha Merajai
- Kunci Jawaban: Al-Malik (c), Al-Quddus (a), As-Salam (b)
- Soal: Jodohkan Asmaul Husna berikut dengan artinya!
C. Elemen Akhlak
Tujuan Pembelajaran: Peserta didik membiasakan diri berperilaku santun, jujur, peduli, dan hidup bersih.
- Asesmen Observasi (Pengamatan Sikap):
- Soal: "Selama satu minggu ini, guru akan mengamati bagaimana kamu bersikap jujur saat ulangan, peduli terhadap teman yang kesulitan, dan santun saat berbicara dengan guru/orang tua."
- Instrumen: Lembar observasi dengan indikator perilaku (misal: "Tidak mencontek," "Menawarkan bantuan kepada teman," "Menggunakan kata ‘tolong’ dan ‘terima kasih’").
- Soal Uraian (Studi Kasus Akhlak):
- Soal: "Tono tidak sengaja menjatuhkan pensil teman sebangkunya, Rani, hingga patah. Apa yang sebaiknya Tono lakukan untuk menunjukkan akhlak terpuji?"
- Jawaban Harapan: Tono seharusnya meminta maaf kepada Rani, mengakui kesalahannya, dan menawarkan untuk mengganti pensil Rani.
- Jurnal Refleksi:
- Soal: "Tuliskan satu perbuatan baik yang sudah kamu lakukan hari ini di sekolah dan jelaskan mengapa perbuatan itu penting dalam Islam!"
- Penilaian: Kedalaman refleksi, relevansi dengan nilai Islam.
D. Elemen Fikih
Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu mempraktikkan wudu dan salat fardu dengan benar.
- Asesmen Kinerja (Praktik Wudu):
- Soal: "Peragakan tata cara wudu yang benar di depan kelas atau di tempat wudu. Guru akan menilai urutan gerakan, kesempurnaan basuhan, dan bacaan niat."
- Rubrik Penilaian: Kelengkapan gerakan, urutan yang benar, ketepatan bacaan, kebersihan.
- Asesmen Kinerja (Praktik Shalat):
- Soal: "Praktekkan shalat Subuh secara lengkap dengan gerakan dan bacaan yang benar. Guru akan menilai ketertiban, tumakninah, dan hafalan bacaan shalatmu."
- Rubrik Penilaian: Ketepatan gerakan, ketertiban rukun shalat, kelancaran bacaan, tumakninah.
- Soal Pilihan Ganda:
- Soal: "Gerakan shalat yang dilakukan setelah rukuk adalah…"
a. Sujud
b. I’tidal
c. Duduk antara dua sujud
d. Tahiyat awal - Kunci Jawaban: b
- Soal: "Gerakan shalat yang dilakukan setelah rukuk adalah…"
- Soal Uraian (Pemahaman Konsep):
- Soal: "Mengapa kita harus berwudu sebelum shalat? Jelaskan!"
- Jawaban Harapan: Wudu adalah syarat sah shalat. Dengan berwudu, kita membersihkan diri dari hadas kecil sehingga menjadi suci dan layak menghadap Allah SWT.
E. Elemen Sejarah Peradaban Islam (SPI)
Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mengenal kisah Nabi Muhammad SAW dari kelahiran hingga awal kenabian.
- Soal Isian Singkat:
- Soal: "Nabi Muhammad SAW lahir di kota __."
- Kunci Jawaban: Mekkah
- Soal Uraian (Meneladani Kisah Nabi):
- Soal: "Bagaimana sikap Nabi Muhammad SAW saat masa kecil yang bisa kita teladani dalam kehidupan sehari-hari? Berikan 2 contoh!"
- Jawaban Harapan: Nabi Muhammad SAW jujur, amanah (dapat dipercaya), santun, suka menolong, tidak pernah berbohong. Contoh: kita harus jujur saat berkata, amanah saat dititipi barang.
- Proyek/Produk (Kisah Nabi):
- Soal: "Buatlah sebuah komik atau buku cerita bergambar sederhana tentang kisah masa kecil Nabi Muhammad SAW. Ceritamu harus mengandung pesan moral yang dapat kita teladani!"
- Rubrik Penilaian: Kesesuaian cerita dengan fakta sejarah, kreativitas gambar, kejelasan pesan moral, kerapian.
V. Tips dan Strategi Penyusunan Soal yang Efektif dalam Kurikulum Merdeka
- Pahami Capaian Pembelajaran (CP) dan Turunkan ke Tujuan Pembelajaran (TP): Ini adalah pondasi utama. Setiap soal harus mengukur ketercapaian TP yang spesifik.
- Variasikan Bentuk Asesmen: Jangan terpaku pada tes tertulis. Gunakan asesmen kinerja, proyek, observasi, dan portofolio untuk mengukur kompetensi secara holistik.
- Libatkan High Order Thinking Skills (HOTS): Desain soal yang tidak hanya menguji hafalan (C1/C2) tetapi juga kemampuan aplikasi (C3), analisis (C4), evaluasi (C5), dan kreasi (C6). Contoh: "Jelaskan mengapa…", "Bagaimana jika…", "Buatlah…", "Analisislah…".
- Gunakan Bahasa yang Jelas dan Sesuai Tingkat Perkembangan Siswa: Kelas 3 membutuhkan bahasa yang sederhana, lugas, dan mudah dipahami. Hindari kalimat yang ambigu.
- Sertakan Konteks Kehidupan Sehari-hari: Buat soal yang relevan dengan pengalaman siswa agar lebih bermakna dan mudah dipahami.
- Berikan Umpan Balik yang Konstruktif: Asesmen formatif harus diikuti dengan umpan balik yang jelas, spesifik, dan membimbing siswa untuk perbaikan, bukan hanya sekadar nilai.
- Libatkan Siswa dalam Proses Asesmen: Melalui penilaian diri atau antarteman, siswa belajar bertanggung jawab atas proses belajar mereka.
- Manfaatkan Teknologi (jika memungkinkan): Platform daring dapat membantu dalam membuat kuis interaktif atau mengumpulkan portofolio digital.
- Kolaborasi dengan Orang Tua: Informasikan kepada orang tua tentang tujuan asesmen dan bagaimana mereka dapat mendukung pembelajaran anak di rumah, terutama untuk aspek akhlak.
VI. Tantangan dan Solusi
Tantangan:
- Keterbatasan Waktu: Menyusun berbagai bentuk asesmen dan memberikan umpan balik membutuhkan waktu.
- Keterbatasan Sumber Daya: Belum semua sekolah memiliki fasilitas atau bahan ajar yang mendukung asesmen non-tertulis.
- Perubahan Pola Pikir Guru: Bergeser dari kebiasaan asesmen sumatif ke formatif membutuhkan adaptasi.
- Pemahaman Orang Tua: Beberapa orang tua mungkin masih terpaku pada nilai angka semata.
Solusi:
- Prioritaskan Asesmen Formatif: Fokus pada asesmen yang terintegrasi dalam pembelajaran sehari-hari.
- Manfaatkan Modul Ajar: Banyak modul ajar Kurikulum Merdeka yang sudah menyediakan contoh asesmen.
- Komunitas Belajar Guru: Berbagi ide dan praktik baik dengan sesama guru.
- Sosialisasi kepada Orang Tua: Edukasi tentang pentingnya proses belajar dan pengembangan karakter.
- Fleksibilitas: Mulai dengan beberapa bentuk asesmen baru, tidak perlu langsung sempurna.
Kesimpulan
Penyusunan soal PAI Kelas 3 Semester 1 dalam Kurikulum Merdeka adalah sebuah kesempatan emas bagi guru untuk tidak hanya mengukur pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak mulia peserta didik. Dengan memahami filosofi asesmen yang berpusat pada pembelajaran, mengacu pada Capaian Pembelajaran, dan menggunakan beragam bentuk asesmen, guru dapat menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan relevan.
Asesmen yang holistik akan membantu siswa tidak hanya hafal ayat atau kisah, tetapi juga mampu menginternalisasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan mereka. Ini adalah langkah konkret menuju terwujudnya Profil Pelajar Pancasila yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia. Mari terus berinovasi dan berkreasi dalam merancang asesmen PAI demi generasi muslim yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia.

